Habibie sadar bahwa sistem perbankan saat itu sudah seperti bangunan retak. Kebijakan deregulasi 1988 yang memudahkan pendirian bank justru melahirkan banyak lembaga keuangan tanpa fondasi kuat.

Baca Juga: Sosok Komjen Rudy Heryanto, Disebut Kandidat Kuat Non-Akpol Pengganti Kapolri Listyo Sigit

Ketika krisis melanda, puluhan bank kolaps, dan penarikan dana besar-besaran terjadi di mana-mana.

Dalam rapat kabinet, Habibie memutuskan langkah radikal: empat bank milik pemerintah — Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim, dan Bank Pembangunan Indonesia — digabung menjadi satu bank besar bernama Bank Mandiri.

Langkah ini menjadi simbol restrukturisasi besar-besaran yang menumbuhkan kembali kepercayaan publik.