Dalam buku Inspirasi Habibie karya A. Makmur Makka (2020), disebutkan bahwa Habibie sangat detail dalam memantau dampak kebijakan tersebut. “Setiap malam ia mengecek pergerakan rupiah dan suku bunga dari meja kerjanya. Ia mencatat, menganalisis, lalu memberi instruksi singkat yang sering kali menentukan arah kebijakan esok pagi,” tulis Makka.
Hasilnya nyata. Suku bunga yang semula menembus 60 persen perlahan turun ke kisaran belasan persen. Bank kembali dipercaya, masyarakat kembali menabung, dan grafik rupiah mulai berbalik arah.
3. Pengendalian Harga Bahan Pokok dan Stabilitas Sosial
Habibie juga memahami bahwa krisis ekonomi tak akan bisa diatasi tanpa stabilitas sosial. Ia menolak menaikkan harga listrik dan BBM bersubsidi agar harga bahan pokok tidak melonjak.
Kebijakan ini bukan tanpa risiko. Anggaran negara terbebani, dan sebagian ekonom menganggap langkah itu hanya penundaan masalah.
