Hal ini didukung instrumen pembangunan pemerintah daerah, pertama memaksimalkan APBD dan APBN, kedua memaksimalkan investasi, ketiga memaksimalkan potensi lokal.
Atas pelaksanaan tiga instrumen ini terjadi peningkatan belanja mulai dari swasta, daerah maupun masyarakat yang berdampak pada peningkatan ekonomi Konawe.
"Kondisi ini yang mendorong bagaimana terintegrasinya pemerintah daerah dengan semua sektor itu dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, dan Konawe tumbuh dari kedua sisi ini sehingga unggul dari daerah lain," pungkasnya.
Jendral Aparatur Sipil Negara (ASN) Konawe itu menyebut, pola penilaian kali ini berbeda dari sebelumnya, seperti adanya indikator-indikator yang berubah dengan format baru yang berbeda. Namun ia mengaku jika Pemkab Konawe telah siap di awal.
“Makro ekonomi itu mengenai pertumbuhan ekonomi, gini ratio, dan sebagainya. Kalau indikator sektoral, yang kita bahas berarti bagaimana daya unggul daerah. Daya unggul kita di Konawe yaitu pertanian dan industri manufaktur,” terangnya.
