Ia juga heran ketika Rajiun dikatakan positif COVID-19 dan hasil swab-nya beredar luas di Media Sosial (Medsos). Padahal, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra belum mengeluarkan hasil pemeriksaan itu. Kemudian, nama pada hasil swab dan umur sangat tidak sesuai dengan identitas Rajiun.

"Kami juga bingung, kenapa bisa orang luar yang mengeluarkan pernyataan Pak Rajiun positif. Kami nilai ini hanya untuk merusak nama baik Pak Rajiun, tetapi dengan kuasa Allah SWT, fitnahan dan berita hoax yang coba dimainkan mulai ketahuan motif dan siapa dalangnya," ungkapnya.

Beredarnya kabar,  Rajiun positif COVID-19 sontak membuat heboh masyarakat. Betapa tidak, sebelum informasi itu beredar, Rajiun sempat melakukan deklarasi sebagai Bacakada Muna yang dihadiri ribuan masyarakat yang dilanjutkan dengan pendaftaran di KPU pada 4 September lalu.

Parahnya lagi, hasil pemeriksaan swab dari Dinkes Sultra memenuhi beranda-beranda Media Sosial (Medsos) Facebook (FB) dan WhatsApp (WA).

Reporter: Sunaryo