Rakernis ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan data yang valid dan terukur dalam setiap program yang dilaksanakan. Setiap pencapaian tidak hanya diukur dari output, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

“Ke depan, semoga sinergi ini semakin kuat, sehingga tidak ada lagi warga kita yang merasa tidak bahagia. Semua harus ikut merasakan pembangunan ini dan merasakan perhatian dari kementerian sosial serta pemerintah daerah,” tutup Iman.

Sementara itu, Pokja Rentan Riky Firmansyah juga memaparkan tentang program rehabilitasi sosial untuk kelompok rentan yang meliputi kelompok masyarakat dengan keterbatasan fisik, mental, dan sosial, memerlukan perhatian khusus dalam proses pemberdayaan dan rehabilitasi. Termasuk korban penyalahgunaan narkoba, pekerja migran bermasalah sosial, pengemis, serta korban perdagangan orang dan tindak kekerasan.

Baca Juga: Sentra Meohai Kendari Khitan Puluhan Anak Keluarga Kurang Mampu

Dalam penanganan kelompok rentan, pemerintah berfokus pada beberapa kebutuhan utama, seperti pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan dan pengasuhan sosial, serta pelatihan vokasional untuk meningkatkan keterampilan mereka.