Baca juga: Di Tengah Ketidakpastian Meraih Kemenangan

"Partisipasi masyarakat untuk berdonasi sangat luar biasa. Bahkan ada anak kecil yang ikhlas memecahkan celengannya. Sebagai informasi, tingkat partisipasi publik di kitabisacom melampaui 1.300 orang, sedangkan di benihbaikcom mencapai 350 orang. Ini menunjukan semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa, tak pernah padam," tutur Bamsoet.

Sementara Ketua panitia penyelenggara konser, Olivia Zalianty, mengungkapkan, lelang motor listrik GESITS milik Presiden Joko Widodo pada tanggal 17 Mei 2020 berjalan lancar. Warga antusias saling berlomba melemparkan penawaran agar bisa memiliki motor dengan tanda tangan Presiden Jokowi yang akan menjadi kenangan dan koleksi pribadi seumur hidupnya. Bahkan seorang warga asal Jambi, M. Nuh, sampai ngebit di angka Rp 2,55 miliar.

"Setelah acara selesai, panitia menghubungi Pak M. Nuh. Singkat cerita, beliau menyatakan tak sanggup membayar alias mundur. Sesuai prosedur lelang yang berlaku di berbagai tempat, jika pemenang lelang mundur, maka panitia akan menghubungi pemenang kedua dan seterusnya untuk menawarkan apakah ada yang mau mengambil barang yang dilelang dengan harga sesuai yang dimenangkan oleh peserta lelang. Pak Warren Tanoesoedibjo menyatakan kesanggupannya membeli GESITS di harga Rp 2,55 miliar. Sehingga beliau secara resmi menjadi pemenang lelang," jelas Olivia.

Olivia juga mengklarifikasi sejumlah hal yang berkembang di media sosial terkait penyelenggaraan konser amal virtual tersebut. Salah satunya ada yang menggoreng sedemikian rupa seolah-olah acara tersebut sebuah konser dengan panggung besar dan penonton ribuan serta dihadiri presiden secara fisik. Padahal semua berlangsung virtual dari rumah masing-masing.