"Mesjid ini kami bangun dari bulan Agustus 2021, menggunakan arsitek yang saya minta untuk buat model yang minimalis tapi elegan, kemudian alhamdulillah ini jadi pada bulan Maret 2023 selesai," ujarnya.
"Sengaja kami tidak buat banyak tulisan-tulisan di dinding (kaligrafi) supaya orang yang datang tidak bosan atau gagal fokus dan bisa fokus ke ibadahnya. Termasuk kenapa kami pakai bahan granit yang kualitasnya di bawah marmer, jadi biar nyaman, adem, anyep," tambahnya sambil memegang lantai mesjid yang sedang diduduki.
Selain itu, kata dia, ketika selesai shalat (dhuhur), terdapat beberapa jama'ah yang berbaring untuk sekedar istrahat.
"Kami tidak melarang musafir atau orang kantoran yang tidur-tiduran itu tidak masalah, yang penting waktu malam dilarang orang luar tidur, kerena masih banyak santri-santri tahfidz, biar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan. Kalau siang atau sore silakan saja istrahat," ungkapnya melihat jama'ah yang beristirahat di dalam mesjid.
"Kamar mandi juga kami tekankan kebersihan, karena kebanyakan saya lihat, survei-survei beberapa mesjid di Kota Kendari sini, yang sedikit lalai untuk kebersihan kamar mandinya. Menurut saya di dalam mesjid itu akan bersih kalau kamar mandinya juga bersih, karena mesjid yang dalamnya bersih belum tentu kamar mandinya bersih," tambahnya.
