Militer Korut diketahui memang menutupi kurangnya teknologi canggih melalui jumlah anggotanya yang banyak. Dibandingkan dengan 555.000 personel militer Korea Selatan (Korsel) yang lebih makmur dan demokratis serta dilengkapi dengan persenjataan modern, Korea Utara memiliki 1,15 juta personel di semua cabang militernya.

Namun mereka lebih banyak menggunakan peralatan lama. Terkadang berasal dari era Soviet. Untuk mempertahankan jumlah sebesar itu, setiap pria Korea Utara yang berbadan sehat harus menjalani tujuh atau delapan tahun di militer, dan wanita dianjurkan bergabung hingga lima tahun.

Jumlah tamtama wanita telah meningkat karena kekurangan anggota dalam beberapa tahun terakhir.

Dikutip dari Travel.detik.com, Korea Utara menawarkan bantuan makanan bagi keluarga yang mau memiliki banyak anak sebagai upaya meningkatkan angka kelahiran di tengah menurunnya populasi dan isu resesi seks.

Korea Utara bakal memberikan bantuan makanan berupa sembako sebanyak dua kali setahun bagi warga yang memiliki tiga atau lebih anak. Bantuan itu akan diberikan setiap peringatan hari ulang tahun eks pemimpin negara itu yakni Kim Il Sung dan Kim Jong Il, kakek dan ayah dari Kim Jong Un yang merupakan pemimpin tertinggi saat ini.