KENDARI, TELISIK.ID - Sejumlah smelter nikel di kawasan industri Morowali, Konawe, dan beberapa wilayah lain di Indonesia dilaporkan mulai menghentikan sebagian lini produksinya.

Fenomena ini bukan sekadar kabar burung, sebab Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) telah memberikan konfirmasi langsung mengenai kondisi tersebut.

Masalah utama yang menjadi pemicu adalah tekanan margin akibat harga nikel yang terus bergerak dalam tren bearish sepanjang tahun ini.

Anggota Dewan Penasihat APNI, Djoko Widajatno, menjelaskan bahwa penyetopan ini terjadi di empat perusahaan besar, termasuk PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang berada di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

Selain itu, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Konawe, Sulawesi Tenggara, dan PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNI) di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara, juga disebut terdampak.