Baca Juga: DPRD Kolaka Utara Dorong Perumda Kelola Tambang, Bisa Ambil Alih IUP yang Habis Masa Berlaku
Setia juga menyebut bahwa smelter GNI telah kembali beroperasi dengan manajemen baru yang masih berasal dari pihak investor China.
Sementara itu, PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) atau bagian dari Tsingshan Holding Group juga mengalami gangguan produksi.
Djoko mengatakan, beberapa lini produksi baja nirkarat dan satu cold-rolling mill telah dihentikan sejak Mei 2025.
Lynn, Nickel and New Energy Research Director Tsingshan, mengonfirmasi penghentian sementara pada lini produksi cold rolling tersebut. Namun, ia enggan menyampaikan detail volume produksi yang terdampak.
