“Kami telah menghentikan jalur produksi cold rolling,” ujar Lynn, tetapi ia menambahkan bahwa produksi smelter pirometalurgi Tsingshan di Indonesia secara umum masih aman.
Tsingshan bahkan memproyeksikan output NPI dari Indonesia akan mencapai 1,74 juta ton pada tahun 2025.
Adapun untuk dua perusahaan lainnya, yaitu VDNI dan HNI, Djoko menyebut tidak memiliki data rinci mengenai jumlah lini yang dihentikan. Namun, keduanya dikabarkan telah mengurangi kapasitas produksi akibat naiknya biaya dan turunnya permintaan.
“Data jumlah lini belum tersedia, mungkin hanya berupa pengurangan kapasitas agregat, bukan penghentian total satuan lini,” jelasnya.
APNI mencatat total 28 lini produksi di smelter nikel yang berhenti beroperasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 lini berasal dari PT GNI. Hal ini menepis rumor media yang menyebutkan bahwa 28 smelter telah tutup sepenuhnya.
