Rinciannya adalah 49 proyek sudah beroperasi, 35 dalam tahap konstruksi, dan 36 dalam perencanaan.
Untuk proyek berbasis hidrometalurgi atau high pressure acid leach (HPAL), totalnya mencapai 27 proyek dengan kebutuhan bijih nikel 150,3 juta ton. Dari jumlah tersebut, 5 sudah beroperasi, 3 dalam tahap konstruksi, dan 19 masih dalam perencanaan.
Dengan total 147 proyek smelter di seluruh Indonesia, kebutuhan bijih nikel nasional diperkirakan mencapai 735,2 juta ton.
Adapun Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel yang telah disetujui untuk tahun 2025 mencapai 364 juta ton, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 319 juta ton.
Sampai saat ini telisik.id, masih terus mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait permasalahan tersebut. (C)
