Menurutnya, anggaran APBD tidak hanya menyediakan anggaran untuk penanganan COVID-19 namun juga tetap memperhatikan pembangunan infrastruktur, seperti penanganan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah di musim penghujan saat ini.

"Penataan lingkungan yang terdampak banjir di beberapa titik Kota Kendari. Selain itu pemulihan ekonomi juga perlu langkah dan tindakan nyata dari pemerintah," ujarnya.

Menjawab pertanyaan fraksi DKI wali Kota Kendari mengaku untuk penanganan banjir saat ini pemerintah Kota Kendari telah membangun jaringan saluran drainase di 11 kecamatan sepanjang 29.644 meter.

"Alhamdulillah hampir semua titik genangan banjir telah tertangani dengan baik dan diharapkan dapat dituntaskan di tahun-tahun mendatang," kata wali kota.

Selian itu, Pemerintah Kota Kendari bekerjasama dengan PUPR telah membangun kolam retensi untuk menangani banjir.