Dia mengaku sangat setuju dilakukan rapid test namun dengan biaya yang murah. “Caranya ya beri subsidi bagi masyarakat kecil. Misalnya rapid test digelar di Puskesmas, maka Puskesmas itu mendapat subsidi,” tandasnya
Sekedar diketahui, anggaran penanganan COVID-19 di Indonesia terus melonjak drastis. Dari semula alokasi dananya sebesar Rp 405,1 triliun, kini jumlahnya ditambah lagi menjadi Rp 695,2 triliun.
Namun di sisi lain, muncul berbagai keluhan masyarakat mengenai biaya rapid maupun swab test COVID-19 yang cukup mahal. Untuk sekali uji saja, berdasarkan informasi yang dihimpun Telisik.id, berkisar Rp 300.000 hingga Rp 1 juta per orang. Tes itu salah satu syarat wajib bagi warga yang hendak berpergian ke luar daerah untuk bisnis, pekerjaan, pendidikan maupun mengunjungi keluarga di kota atau daerah lainya.
Reporter: Marwan Azis
Editor: Haerani Hambali
