Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan

PANDEMI COVID-19 di Indonesia telah memasuki gelombang kedua. Pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun empat bulan ini, malah semakin menunjukkan kegagapan pemerintah dalam melakukan respons cepat atas meluasnya kasus positif COVID-19 per harinya.

Beberapa menteri telah merespons penanganan yang lamban ini dengan meminta maaf kepada publik. Diawali permintaan maaf oleh Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) sekaligus Koordinator darurat Jawa-Bali. Dilanjutkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang turut meminta maaf.

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menunjukkan kekesalannya terhadap penanganan yang lambat dan malah menghasilkan kegaduhan di masyarakat akibat komunikasi publik pejabat yang buruk.