.jpg)
Penerapan desa digital ini sangat fleksibel untuk semua desa, di mana desa yang telah 4G akan lebih mudah untuk mengimplementasikan desa digital. Sehingga, tinggal melakukan pendampingan, dan edukasi terhadap masyarakat termasuk Kepala Desa, BUMdes, dan kelembagaan desa. Sehingga, tinggal melakukan pendampingan, dan edukasi terhadap masyarakat termasuk kepala desa, BUMdes, dan kelembagaan desa.
“Harus saling berkolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, swasta, dan juga perguruan tinggi dalam hal ini UT untuk bisa melakukan pendampingan. Dengan adanya kegiatan ini akan banyak desa-desa digital di Sulawesi Tenggara, dan desa yang masih berstatus tertinggal menjadi PR bersama pemda maupun pusat untuk mengambil peran dalam mengimplementasikan desa digital," ujar Fachri.
Sementara itu, Koordinator Registrasi dan pembelajaran UT Kendari, Eko Harianto mengatakan, dalam kegiatan seminar ini, UT Kendari juga menjadikan kegiatan sebagai platform Sosialisasi dan Promosi (Sosprom) tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau Desa (RPL Desa) pada Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UT.
Baca Juga: Seorang Peserta Seleksi PPPK Kota Kendari Ikut Tes Gunakan Kursi Roda
