Pemerintah berencana mengoperasikan Sekolah Rakyat secara penuh mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Pada tahap awal, sekolah ini akan berfokus pada tingkat SMA dan dikelola langsung oleh Kementerian Sosial.

Menurut Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i, Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan program baru yang tidak akan menggunakan atau mengalihkan fungsi pesantren maupun madrasah yang sudah ada.

"Jadi nggak ada peralihan pesantren menjadi sekolah rakyat. Sekolah rakyat itu sesuatu yang baru yang akan dibangun oleh Pak Prabowo," ujarnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (19/3/2025), seperti dikutip dari Antara.

Romo Syafi’i menjelaskan, Sekolah Rakyat ini ditujukan bagi mereka yang selama ini tidak bisa mengakses pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Para siswa akan mendapatkan fasilitas seperti sekolah berasrama, termasuk tempat tinggal, makanan, dan pendidikan yang berkualitas.

Dengan adanya sekolah ini, diharapkan anak-anak dari keluarga miskin dapat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan. Pemerintah ingin agar mereka bisa berkembang dan menjadi individu yang memiliki kualitas untuk berkontribusi bagi bangsa.