"Pihak travel terus mendesak kami untuk melunasi, meskipun saya belum lunasi seluruhnya. Saya informasikan kepada mereka bahwa saya akan segera melunasi, dan mereka mengatakan kami bisa berangkat sebelum bulan puasa," ungkapnya.

Namun, meskipun sudah melunasi pembayaran sebesar Rp 77,3 juta untuk tiga orang, termasuk dirinya, saudaranya dan bibinya, jamaah ini merasa sangat kecewa karena keberangkatan mereka batal.

Pasalnya, mereka telah mempersiapkan segalanya, termasuk mengikuti manasik pada 5 April 2025, namun kenyataan pahit justru datang.

"Yang bikin sakit hati itu, kenapa kami harus manasik dulu jika akhirnya batal berangkat. Kami sudah siap semua, mulai dari koper hingga baju yang telah dijahit," katanya.

Pihak travel mengonfirmasi, mereka akan bertanggung jawab dan berjanji mengembalikan dana jamaah sebelum 30 April 2025.