BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemerhati Birokrasi (FPB) berbuntut pada penyegelan kantor Bupati Buton Selatan (Busel), Rabu (8/9/2021).
Massa kesal lantaran tak satupun kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2021 terhadap penggunaan anggaran tahun 2020 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan sejumlah aset daerah yang hilang.
Dalam aksinya, massa meminta kepada sejumlah OPD terkait agar bertanggungjawab atas hilangnya 23 aset berupa alat elektronik itu. Bila diakumulasi nilai kerugian daerah mencapai ratusan juta.
"Kalau memang barang itu hilang, harusnya ada laporan polisi. Tapi faktanya itu tidak ada, sebab jika itu ada, tidak mungkin hal itu akan menjadi temuan BPK tahun ini," teriak korlap aksi, Ruslan Masiri.
Berdasarkan LHP BPK, lanjut dia, nilai kerugian daerah atas hilangnya sejumlah aset tersebut bernilai Rp 350.752.000,00.
