Akibatnya, pasokan bantuan air yang ada masih belum mencukupi kebutuhan seluruh warga yang terdampak.

"Setiap ada mobil tangki air bantuan masuk, kami langsung arahkan ke RT-RT yang warganya sudah melaporkan kesulitan air," jelas Endang.

Kondisi ini begitu parah hingga pedagang air bersih pun kewalahan melayani lonjakan permintaan yang terus meningkat. Bahkan beberapa di antaranya sampai kehabisan stok air.

"Harga satu tangki air mencapai Rp 50.000 hingga Rp 70.000. Ini tentu cukup membebani pengeluaran warga. Namun tidak ada pilihan lain, meskipun penjual air pun kadang sampai kehabisan pasokan," tutur Endang.

Untuk itu, ia berharap adanya bantuan pembuatan sumur bor dalam sebagai solusi jangka pendek. Sebab pengeboran sumur dalam membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi dilakukan saat musim kemarau.