JAKARTA, TELISIK.ID - Sekira 700 mahasiswa, yang bernaung dalam wadah Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Madinah yang sudah memegang visa exit re-entry, terkatung-katung menunggu jadwal penerbangan repatriasi ke Indonesia.

Mereka tidak bisa pulang, karena tidak ada jadwal penerbangan dari bandara internasional Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah, maupun dari bandara internasional King Abdul Aziz Jeddah ke Indonesia.

Dalam kunjungan kerja Satgas lawan COVID-19 DPR RI ke Kementerian BUMN, Menteri Erick Thohir akhir Mei lalu (28/5/2020) pernah menyatakan kesanggupannya untuk membantu penyediaan penerbangan repatriasi mahasiswa Indonesia di Madinah tersebut.

Menteri Erick Thohir telah memerintahkan jajarannya mengkaji kesiapan maskapai penerbangan BUMN untuk melakukan penjemputan ke Arab Saudi. Dalam hal ini Menteri Erick Thohir minta Garuda Indonesia bisa menyediakan dua pesawat untuk menjemput ke Arab Saudi.

Baca juga: Cegah Penyebaran COVID-19, PPDB Wakatobi Digelar Via Online