Saat aksi tersebut mereka berupaya menerobos masuk ke dalam kantor KPU namun dihalau puluhan aparat kepolisian dari Polresta Kendari.
“Aksi saling dorong antara massa mahasiswa dengan aparat kepolisian tidak dapat dihindarkan hingga nyaris terjadi bentrokan. Kami akan terus mengawal putusan Mahkamah Konstitusi,” ujar Apriansyah, aktivis dari Keluarga Besar Mahasiswa IAIN.
Tuntutan yang sama disampaikan oleh Rasmin Jaya, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari. Dia dan rekan-rekannya mengingatkan KPU Sultra tetap melaksanakan pilkada sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Anduonohu Kota Kendari Terpantau Turun
Tuntutan mahasiswa itu berusaha dimediasi oleh kepolisian. Mereka melalui masing-masing perwakilannya dipertemukan dengan pihak KPU dan diterima oleh Ketua KPU Sultra, Asril.
