Berbagai petugas organisasi non-profit, PBB, hingga jurnalis di lapangan sulit dijangkau. Pada Sabtu pagi, jurnalis Al Jazeera, Hani Mahmoud, melaporkan dari Khan Younis, wilayah selatan Gaza.
Ia mengatakan warga Palestina telah melewati malam paling sulit dan berdarah sejak perang dimulai. Sulit untuk mengetahui angka pasti untuk korban yang berjatuhan saat ini. Namun, Mahmoud mengatakan setidaknya ada ratusan orang terbunuh di area serangan.
Baca Juga: Update Terkini Israel dan Palestina di Gaza
Layanan darurat tak bisa datang tepat waktu untuk memberikan pertolongan. Warga di area selatan juga kesusahan menghubungi kerabat mereka di sisi utara Gaza.
"Memutus akses Gaza dari dunia luar membuat orang-orang di sini merasa ini adalah gerakan genosida. Mereka tak bisa mengetahui apa yang terjadi pada keluarga dan kerabat," kata Mahmoud.
