"Kita siap jika disuruh bayar retribusi untuk biaya pemeliharaan," bebernya.
Adi menambahkan, terdapat kurang lebih 137 UMKM yang menggantungkan hidup dan penghasilan dari berjualan di sekitar tugu religi MTQ Kota Kendari.
"Banyak kepala keluarga yang tidak memiliki penghasilan lain di luar berjualan di kawasan tugu religi MTQ," bebernya.
Adi membeberkan, pihaknya menuntut agar Pemkot membuat Perda terkait kawasan MTQ sebagai kawasan kuliner, serta menolak rencana aksi relokasi yang tidak presentatif atau kurang menarik.
Baca Juga: SMP Oikumene Kendari jadi Teladan Toleransi dan Keberagaman di Dunia Pendidikan
