Baca Juga: Persiapan Hanya 20 Hari, Panitia STQH XXVIII Kendari Sukses Ciptakan Panggung Spektakuler
“Kami latihan kurang lebih 20 hari. Awalnya di SMA 4 Kendari, baru kemudian latihan besar digelar di pelataran eks MTQ,” ujarnya kepada telisik.id.
Ia menambahkan, tantangan terbesar bukan hanya menghafal gerakan, tetapi menjaga kekompakan di antara ratusan peserta.
“Ada gerakan yang sering lupa, tapi saya tidak mau menyerah. Bisa tampil di acara sebesar ini adalah kebanggaan tersendiri,” katanya.
Sementara itu, Alfin, siswa SMA 11 Kendari, dipercaya berperan sebagai prajurit pengangkat tandu Sultan Buton. Ia mengaku peran itu menuntut kekuatan fisik dan koordinasi tim.
