"Benih beserta sarana dan prasarana pendukung lainnya dipasok langsung dari provinsi. Kami cuma menerima benih dan sarana lainnya, semua didrop dari provinsi," tukasnya.

Menurut Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Distanghorti Kolut, Ronaldi, selain 8500 kilogram benih kedelai petani juga menerima 8500 kilogram pupuk NPK non subsidi.

"1.340 liter herbisida, 2.680 liter pupuk cair, dan 38.420 gram Rhizobium," urainya.

Ronaldi menuturkan, seharusnya realisasi tanam bulan Juni 2021, namun karena kondisi curah hujan di Kolut beberapa bulan lalu sangat tinggi sehingga petani menunda.

"Kemungkinan bulan ini sudah ada petani yang mulai panen," ucapnya.