Huda menerangkan tidak mungkin jika ratusan ribu guru honorer tersebut bisa diangkat sekaligus dalam satu kali rekrutmen.
Sebagai gambaran dalam rekrutmen PPPK gelombang pertama tahun lalu, formasi yang diberikan untuk guru honorer hanya 34.959 slot. Mereka menjadi bagian dari 51.000 honorer dari berbagai bidang yang lolos seleksi PPPK 2019.
“Kami meminta Mas Menteri bisa memastikan berapa slot yang bisa diperebutkan oleh guru honorer dalam seleksi PPPK gelombang kedua nanti, sehingga jumlah formasi itu bisa segera disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah di seluruh Indonesia. Jangan sekadar meminta sebanyak-banyaknya nama, tetapi saat rekrutmen tak semua bisa diakomodir,” ujarnya.
Baca juga: Rizieq Shihab Tiba di Rumahnya, Dikawal Ribuan Massa
Politikus PKB ini meminta dalam waktu dekat Kepala Dinas dan Kepala Sekolah segera memetakan jumlah Guru Honorer yang dibutuhkan di wilayah kerja mereka. Selain itu mereka juga bisa mendata siapa-siapa saja yang masuk prioritas untuk bisa ikut seleksi PPPK.
