Hal serupa diungkapkan oleh Rahmad yang juga seorang sopir yang merasa sangat keberatan dangan adanya kebijakan yang dilakukan oleh pihak Pertamina Kendari, yang tiba-tiba menutup solar subsidi di SPBU Martandu Anduonohu.

"Kami sering antre dan mengambil nomor di SPBU Martandu sebelum kami pergi muat batu," ungkap Rahmad.

"Kami bingung mau beli solar di mana, karena kami mau pergi antre di SPBU lain, kami tidak bisa karena semua sudah padat antrean mobil truk lain," tambah Rahmad.

Dari kejadian tersebut, dengan membawa truk mereka, ratusan sopir mendatangi Kantor DPR Kota Kendari guna mengadukan nasib mereka dan mendesak agar pihak Pertamina Kendari untuk segera membuka kembali solar subsidi di SPBU Martandu. (A)

Penulis: Thamrin Dalby