Meski demikian, lanjutnya, perbedaan pelaksanaan hari raya Idul Adha antara warga Muhammadiyah dan Nahdiyin sah-sah saja dan tidak boleh dibesar-besarkan karena sama-sama memiliki metode.
Ia juga menegaskan penyembelihan hewan kurban pada setiap hari raya Idul Adha merupakan syariat Islam dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.
"Mereka yang berkurban ikhlas merupakan manifestasi bentuk syukur, ketakwaan, dan ketaatan hamba kepada Allah SWT," ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Lapai, Kecamatan Ngapa, H. Aksan mengaku melaksanakan salat Idul Adha hari ini bersama keluarga karena dirinya merupakan warga Muhammadiyah.
Baca Juga: Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Sampaikan Pesan Idul Adha di Hadapan Warga Muhammadiyah
