Harni menambahkan, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya warga Palatiga, Karang Taruna BWI, Kecamatan Wolio, perangkat Kelurahan BWI, pengurus Masjid Sorawolio, hingga Komunitas Benteng Sorawolio. Pemerintah Kota Baubau juga memberikan dukungan melalui kehadiran Asisten II Sekretariat Daerah. Ratusan warga tampak memadati lokasi acara untuk memeriahkan kegiatan tersebut.
Salah seorang warga, Deva mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan telah beberapa kali mengikuti Pawai Padamara.
"Acaranya seru karena ada pertunjukan teater. Dulu saya pernah ikut sebagai penari, tetapi tahun ini hanya menjadi penonton," ujarnya.
Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan pameran arsip warga yang menampilkan dokumen dan foto-foto bersejarah hasil koleksi masyarakat. Pameran tersebut menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif sekaligus memperkenalkan sejarah Kampung Palatiga kepada para pengunjung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Asisten II) Kota Baubau, Dahrul Dahlan, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang digagas oleh para pemuda Kota Baubau. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang menjadi agenda budaya yang mampu memperkuat pelestarian seni dan budaya daerah.
