KENDARI, TELISIK.ID - Yanto (49) adalah pedagang kaki lima yang berdagang minuman sari tebu menggunakan viar di bahu jalan seputaran Mandonga, Kota Kendari. Yanto mengaku sudah berjualan minuman asli dari sari tebu selama 11 tahun.

"Sejak 2012 bulan Juli pertama kali saya menjual. Kemudian banyak yang pada ngikut tapi banyak yang mundur. Akhirnya sampai sekarang tinggal saya yang bertahan," ungkapnya pada Telisik.id, Selasa (26/12/2023).

Usaha sari tebu murni yang diberi nama ArNaSya buka setiap hari, Senin-Sabtu mulai pukul 11:00 Wita-17:00 Wita, berlokasi di bahu Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, tepatnya di depan Korem. Sedangkan di hari Minggu biasanya ia menjual di tugu MTQ mulai pukul 7:00 Wita-11:00 Wita.

Yanto biasanya membawa sekitar 40 batang tebu di hari biasa. Sedangkan di hari Minggu bisa mencapai 80 batang tebu. Bermula saat ia melihat peluang belum adanya pesaing. Yanto membuka bisnis ini hanya menggunakan tebu asli yaitu farietas tebu ps862 yang ia pasok melalui kebun sepupunya yang berada Lidi Kehidupan, Wanita Ini Sambung Hidup sebagi Penjual Sapu Pinggir Jalan Bersama Cucu di Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

Proses pembuatannya juga cukup mudah, yaitu hanya membutuhkan mesin peras tebu sehingga menghasilkan sari tebu alami yang kaya manfaat bagi kesehatan.