KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Perayaan hari suci agama Hindu yang jatuh setiap 6 bulan kalender Bali atau setiap 210 hari, tepatnya pada hari Budha Kliwon Dungulan, atau dikenal dengan istilah Rabu Kliwon Wuku Dungulan, merupakan hari kemenangan (dharma) melawan kejahatan (adharma).
Hari raya galungan merupakan hari raya dimana umat memberikan ucap syukur. Pada hari peringatan tersebut, umat Hindu akan melaksanakan berbagai rutinitas keagamaan. Sementara itu, hari raya galungan diambil dari bahasa kuno yang berarti bertarung. Kata ini disebut 'dungulan' yang artinya menang.
Perayaan galungan memiliki makna dan inti adalah penyatuan kekuatan rohani agar memperoleh pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang adalah wujud dharma dalam diri, sedangkan segala kekacauan pikiran adalah wujud adharma.
Sekertaris Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Kabupaten Konawe Selatan, Gede Budi Muliantika mengatakan bahwa kegiatan hari raya galungan tahun ini sangatlah berkesan dan sangat pas momentumnya dengan hari raya kemerdekaan.
"Momen yang bagus dan sangat baik untuk menyatakan kemenangan diri terhadap pribadi kita, dan sekaligus kita mengimplementasikan semangat kemenangan para pejuang dahulu," ujar Gede.
