KENDARI, TELISIK.ID - Puluhan ormas Tamalaki dan Lembaga Adat Tolaki (LAT) menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sulawesi Tenggara, terkait proses hukum terhadap isi karya tulis ilmiah yang diduga bermuatan SARA, diterbitkan oleh pihak Universitas Muhamadiah Makassar.

Segenap ormas Tamalaki dan LAT mengungkapkan, demi menjaga keamanan solidaritas masyarakat Sulawesi Tenggara untuk tidak menjadikan isu itu berkepanjangan, sehingga perlu diselesaikan melalui jalur hukum.

Ketua Kajian Sejarah Adat dan Budaya Tolaki, Samsidar mengungkapkan, menindaklanjuti proses penanganan terhadap mencuatnya karya tulis ilmiah utau skripsi yang dinilai mencederai suku Tolaki, maka hadir untuk menyampaikan aspirasi.

Baca Juga: Siswa Sekolah Ikut Lomba Tari Suku Tolaki di HUT ke-192 Kota Kendari

"Banyak penghinaan yang terjadi pada hari ini, sehingga kami hadir di RDP untuk menyampaikan apa yang ada dalam hati kami," ungkap Samsidar, Rabu(24/5/2023).