MUBAR, TELISIK.ID - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD dan Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Muna Barat (Mubar), terkait dugaan adanya monopoli proyek berjalan ricuh, Senin (1/11/2021).

Kericuhan itu, bermula ketika Koordinator Aliansi Mahasiswa Laworo Menggunggat, La Ode Yasir berdebat dengan Ketua DPRD Mubar, Wa Ode Sitti Sariani Illaihi akibat tidak terlalu mendalami aduan yang mereka sampaikan terkait jumlah proyek yang dimenangkan CV Adhid Jhompy dan CV Ghaniyu Qootahu Mandiri.

Saat itu, tiba-tiba, muncul seorang pemuda yang mengenakan pakaian hitam ingin menghentikan Yasir. Keributan pun terjadi di dalam hingga keluar ruangan.

"Saya tidak tahu apakah preman atau siapa. Jelasnya, dia suruh saya diam. Dari situ, saya langsung usir dia keluar ruangan," kata Yasir.

Yasir mengaku, dalam RDP itu, mereka tidak memiliki hak untuk berbicara atau mengeluarkan pendapat.