Gol kedua itu membuat Madrid semakin nyaman mengendalikan pertandingan, sementara Leipzig dipaksa mengambil risiko lebih besar untuk mengejar ketertinggalan. Pelatih José Mourinho kemudian memasukkan Diomande menggantikan Vinícius pada menit ke-70, sebuah pergantian yang belakangan menjadi penentu. Di kubu tim tamu, pelatih Martín Demichelis memasukkan Gomis dan Christoph Baumgartner, yang baru kembali setelah empat bulan absen karena cedera panjang.

Tiga Gol dalam Lima Menit Menutup Laga

Laga yang tampak sudah terkunci berubah menjadi festival gol pada lima menit terakhir waktu normal. Diomande, yang masuk sebagai pemain pengganti, memberi umpan kepada Mbappé di tepi kotak penalti pada menit ke-83. Mbappé mengarahkan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang untuk membawa Madrid unggul 3-0. Gol itu sekaligus menegaskan ketajamannya musim ini, dengan 12 gol dari 12 pertandingan di semua kompetisi.

Leipzig membalas dua menit kemudian melalui Gomis, yang memanfaatkan umpan Baumgartner setelah Dean Huijsen kehilangan konsentrasi di lini belakang. Gol pemain pengganti itu mengubah skor menjadi 3-1 dan sempat memberi harapan tipis bagi tim tamu. Namun harapan itu hanya bertahan dua menit, karena Madrid langsung membalas lewat cara yang spektakuler.

Brahim Díaz mengirim umpan silang kepada Diomande, yang menyambar bola dengan tendangan voli keras ke sudut atas gawang pada menit ke-87. Gol ke gawang mantan klubnya itu mengembalikan keunggulan tiga gol Madrid dan menutup skor akhir 4-1. Diomande, yang didatangkan Madrid dari Leipzig pada musim panas lalu, juga tercatat sebagai pemberi assist untuk gol Mbappé. Bagi Leipzig, kekalahan ini membuat mereka mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan dan berada di luar zona kualifikasi play-off fase liga.

Modal Menuju El Clásico

Kemenangan ini datang pada momen yang tepat bagi Madrid, yang akan menghadapi Barcelona pada El Clásico akhir pekan ini. Madrid datang dengan rekor Eropa yang sempurna, berbeda dengan Barcelona yang kalah dari Paris Saint-Germain pada Selasa. Namun Mourinho menolak anggapan bahwa modal itu memberi keuntungan psikologis bagi timnya.