Kemudian mobil ambulance yang diberikan juga dianggap malah semakin membebani warga. Sebab terdapat biaya operasional berupa harga BBM, biaya Honor sopir serta ongkos kerusakan kendaraan nantinya.
Sementara itu, kuasa hukum warga, Syarifuddin Ihu mengatakan, bila seluruh tuduhan itu tidak benar. Ia semata-mata hanya memperjuangkan hak-hak warga terkena dampak.
Terkait dengan sisa uang dari perusahan, ia mengaku tak pernah mengambil atau menggelapkan itu.
"Tidak mungkin saya sembunyikan uang itu. Saat itu perjalanannya ini sudah simalakama. Kita mau masuk di pengadilan kondisinya kita sekarat. Kita mau mundur kita sudah habis habisan di Jakarta. Intinya, jawaban perusahan itu hanya sebatas itu kemampuannya. Hanya apapun saya ceritakan hari ini masyarakat sudah tidak percaya," ungkap Sarifuddin, Minggu (14/11/2021).
Ia juga tak mungkin mengakui bila masih terdapat sisa uang dari perusahan mengingat jumlah bantuan dan hasil hitungan ahli KLHK terdapat selisih jauh. Sebab itulah kesiapan perusahaan untuk merealisasikan ganti rugi kepada warga terkena dampak tumpahan minyak.
