Oleh: Dr. Hermiyetti, SE, M.Si, CSRA
Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Bakrie, Jakarta
PERSOALAN budaya mudik jelang Idul Fitri di Indonesia, pada dasarnya bukan hanya kegiatan ritual sosial atau fenomena sosial keagamaan semata, juga bukan sekedar napak tilas kenangan dan bernostalgia dalam ranah primordial saja, tetapi budaya mudik juga berpotensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
Indikator yang dapat dijadikan barometer, diantaranya adalah besarnya peredaran uang saat musim mudik jelang lebaran Idul Fitri.
Jadi dapat kita katakan di sini, bahwa budaya mudik dapat berfungsi juga sebagai sebuah instrumen redistribusi alami ekonomi, dengan bergeraknya bisnis sektor riil barang dan jasa dari kota ke daerah-daerah sebagai dampak dari velocity of money atau kecepatan perputaran uang yang relatif deras dan besar.
