Dimana menurut release dari Bank Indonesia, yang melakukan penyediaan uang tunai sebagai kebutuhan masyarakat, yang dari tahun ke tahun selalu meningkat, saat mudik lebaran.
Pada tahun 2016, BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 146 triliun, dan tahun 2017 sebesar, Rp 167 triliun, tahun 2018 sebesar Rp 191,3 triliun, tahun 2019 sebesar Rp 217,1 triliun, dan tahun 2020 sebesar 109,20 triliun, dan tahun 2021 sebesar sebesar Rp 152,14 triliun.
Namun demikian ada beberapa hal yang dapat membuat terjadinya kebocoran distribusi alami ekonomi saat mudik musim lebaran dari kota ke desa, antara lain adalah karakter pemudik yang membeli dan membawa barang-barang elektronik yang dibeli di kota, misal handphone dan barang-barang lainnya, sehingga ada sejumlah uang yang distribusinya tetap tinggal di kota.
Baca juga: Ramadan Menakar Keislaman Kita
Galau Antara Kerinduan dengan Larangan
