Oleh: Dr. La Ode Taalami
Akademisi, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Sultra, Ketua TP3-DPOB Kepton, Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Pulau-Pulau se-Wakatobi
RIWAYAT perjuangan kesultanan dan masyarakat Buton untuk menjadi salah satu provinsi dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki akar sejarah yang panjang dan terlembaga.
Perjuangan ini dapat diklasifikasikan ke dalam 6 (enam) fase strategis: Fase Pertama (1952): Diawali melalui surat Sultan La Ode Falihi (Sultan Buton ke-XXXVIII) kepada Menteri Dalam Negeri RI kala itu, Mohammad Roem.
Surat permohonan tertanggal 25 Agustus 1952 ini teragendakan dalam Kabinet Kepresidenan No.7152. Fase Kedua (1996): Perjuangan kembali digelorakan melalui inisiasi Himpunan Mahasiswa Indonesia Buton (HIPMIB) di Makassar yang mendeklarasikan pembentukan Provinsi Buton Raya.
