Majunya sektor pertanian ditandai dengan meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas pangan serta mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri (pangan mandiri) yang pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan petani.

Kemajuan dan kemandirian di sektor pertanian diwujudkan dengan peningkatan hasil pengembangan penelitian terapan didukung oleh kualitas SDM dalam menggunakan teknologi modern berbasis kawasan pertanian.

Salah satu tantangan dan persoalan mendasar yang dihadapi oleh sektor pertanian saat ini adalah menurunnya minat petani muda. Permasalahan ini muncul disebabkan oleh kondisi kehidupan social ekonomi yang menurun dan rendahnya tingkat Pendidikan.

Dampak permasalahan ini menyebabkan menurunnya tenaga kerja produktif, terdidik dan berusia muda. Menurunnya jumlah tenaga kerja pertanian ditandai dengan menurunnya jumlah produktivitas pertanian (Rahmi & Rudiarto, 2013).

Berdasarkan data BPS Provinsi Sulawesi Tenggara pada Tahun 2023, jumlah Petani umur 19-29 tahun sebanyak 26.107 orang, sedangkan jumlah Petani di atas 39 tahun sebanyak 64.094 orang. Kondisi demikian perlu diadakan sosialisasi tentang pertanian kepada petani muda agar dapat menciptakan pertanian berkelanjutan dan adanya peningkatan jumlah tenaga kerja muda di bidang pertanian.