MUNA BARAT, TELISIK.ID - Refleksi pembangunan 10 tahun mekar sebagai daerah otonom baru (DOB), Kabupaten Muna Barat mengalami perkembangan pembangunan dengan berbagai ide dan gagasan dari pemimpin daerah.

Sesuai Undang-Undang Nomor 14 tahun 2014 bahwa terbentuknya Kabupaten Muna Barat sebagai DOB di Sulawesi Tenggara ditetapkan pada 23 Juli 2014, yang mana Kabupaten Muna Barat merupakan pemekaran dari Kabupaten Muna.

Selama 10 tahun, Kabupaten Muna Barat telah dipimpin oleh 7 bupati yakni di tahun pertama ditunjuknya La Ode M. Rajiun Tumada sebagai Pj Bupati, kemudian saat masa pencalonan, Rony La Ute sebagai Pj Bupati, setelah itu La Ode M. Rajiun Tumada terpilih sebagai bupati definitif bersama Wakil Bupati Achmad Lamani. Jelang 3 tahun menjabat, La Ode M. Rajiun Tumada mundur dari jabatannya, dan dilanjutkan oleh Achmad Lamani.

Setelah lima tahun masa jabatan, Muna Barat kembali dipimpin oleh Plh Bupati, LM Husein Tali selama 7 hari sebelum ditunjuknya Bahri sebagai Pj Bupati selama kurang lebih dua tahun, dan saat ini dipimpin oleh La Ode Butolo sebagai Pj Bupati.

Wakil Ketua I DPRD Muna Barat, Uking Djassa mengatakan, dalam masa kepemimpinan tersebut, telah membawa Muna Barat menjadi daerah berkembang. Namun tentunya dalam pernak pernik perkembangan masing-masing mempunyai gaya tersendiri dalam membangun Muna Barat, sehingga terkesan pembangunan Muna Barat tidak berkesinambungan karena setiap pemimpin lain selera.