“Kita juga tidak tahu apa penyebabnya teman kami ditangkap dan dipukuli hingga saudara kami Rimon Fatrah dan Akmal mengalami luka parah, padahal kami tidak menghalangi aktivitas rombongan Bapak Wakil Presiden. Hanya sekedar menyampaikan aspirasi, tiba-tiba kami dibubarkan paksa dan teman kami ditangkap,” jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa Bentrok dengan Polisi Pamong Praja

Ali menambahkan, penangkapan tersebut merupakan bentuk penindasan dan kriminalisasi seorang aktifis. Padahal ia menilai, mereka dilindungi dan dijamin oleh undang-undang.

“Info terakhir yang kami dapat, teman kami Rifat sementara diperiksa lebih lanjut, tentang kondisi fisiknya kami belum tahu secara pasti, tetapi tadi dia dipukul oleh oknum aparat. Kami juga terus bertahan di sini memboikot jalan hingga teman kami benar-benar keluar dengan selamat,” tutup Ali Sabarno.

Sampai berita ini ditayangkan, Tim Telisik.id masih berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. (B)