Juara Bertahan yang Tampil Tanpa Beban
Emas kedua Rifky di Nagoya datang dari nomor 100 meter gaya punggung putra S12 pada Selasa (20/10/2026). Ia finis dengan catatan waktu 1 menit 3,07 detik, sekaligus memecahkan rekor Asia, dan mengungguli perenang tuan rumah Genki Saito yang meraih perak dengan 1 menit 3,76 detik. Dengan hasil itu, Rifky mengoleksi dua emas di Nagoya setelah sebelumnya memenangi 100 meter gaya bebas putra S12 pada Senin.
Emas pertama Indonesia di ajang ini datang dari kolam renang. Maulana Rifky Yavianda turun dengan status juara bertahan setelah meraih dua emas pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, masing-masing dari nomor 100 meter gaya punggung dan 100 meter gaya bebas, plus satu perak dari 100 meter gaya kupu-kupu S12.
Sebelum berlaga di Nagoya, Rifky mengaku tidak ingin terbebani target. Baginya, menjalani setiap perlombaan dengan leluasa dan memberikan kemampuan terbaik adalah prioritas utama.
"Untuk target pribadi tentu sudah ada, tetapi saya enggak mau terlalu memikirkan itu karena mungkin akan jadi beban buat saya. Saya ingin tampil feel free, dan pokoknya maksimal saja," ujar Rifky.
