“Perlu saya jelaskan bahwa animo pemuda Indonesia untuk menjadi prajurit TNI AD justru terus meningkat secara konsisten dari tahun ke tahun,” ucap Wahyu seperti dikutip dari Kompas, Kamis (5/6/2025).
Berdasarkan data internal TNI AD, jumlah pendaftar untuk formasi Tamtama pada tahun ini mencapai 107.365 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 38.835 peserta telah melalui proses validasi dan siap mengikuti tahapan seleksi lanjutan di masing-masing daerah.
Wahyu menambahkan bahwa peningkatan jumlah pendaftar tak hanya mencerminkan tingginya minat generasi muda, tetapi juga menggambarkan semangat nasionalisme yang kuat dalam diri mereka.
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir realisasi rekrutmen prajurit TNI AD bahkan melampaui target, termasuk capaian 114,4 persen pada tahun 2023.
Kebijakan perekrutan besar-besaran ini juga berkaitan langsung dengan implementasi Doktrin Pertahanan Negara Tahun 2023. Salah satu fokus utama doktrin tersebut adalah pembangunan sistem pertahanan yang kuat, mandiri, dan berbasis kewilayahan dengan dukungan personel berkualitas di seluruh kabupaten/kota.
