KENDARI, TELISIK.ID - Rektor Institut Agama Islam Negeri Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., mengajak masyarakat mengedepankan budaya tabayyun atau klarifikasi informasi di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial.
Ajakan itu disampaikan menyusul beredarnya potongan video Menteri Agama RI yang dinarasikan seolah melarang penyembelihan hewan kurban dan menggantinya dengan uang, Kamis (30/4/2026).
Prof. Husain menilai masyarakat perlu lebih bijak menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu keagamaan dan kepentingan publik. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial kerap dipotong tanpa konteks sehingga berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pemkot Kendari Gandeng PYC Bahas Banjir hingga Waste to Energy
“Di era digital saat ini, masyarakat harus membiasakan budaya tabayyun terhadap setiap informasi yang diterima. Jangan mudah terpancing oleh potongan video atau judul provokatif tanpa memahami konteks secara utuh,” ujarnya.
