Baca juga: Rektor USN Kolaka Pantau Pelaksanaan UTBK
Selain itu, ia melanjutkan, peserta yang ikut rapid test ada sekitar seribu lebih pada hari pertama. Hanya saja yang disayangkan, media hanya mengambil berita saat peserta mengabaikan protokol kesehatan saja yang kejadiannya hanya sekitar 5 menit. Seharusnya seluruh rangkaian kejadian pelaksanaan rapid test bisa diambil semua dari pagi hingga sore.
"Yah, berita yang diambil bagian jeleknya saja tidak apa-apa, tinggal konfirmasi, lagian kejadian itu kan hanya sekitar 5 menit saja, sedangkan pemeriksaan kesehatan dari pagi sampai jam 3 sore. Jadi yang diambil cuman 5 menit yang pagi, sedangkan lainnya diabaikan," tandasnya.
Sementara untuk UTBK SBMPTN pelaksanaannya sudah diatur sesuai protokol kesehatan COVID-19, sebagaimana surat edaran yang dikeluarkan bahwa peserta harus mengikuti protokol kesehatan tersebut.
"Kita sudah keluarkan surat bahwa semua peserta itu mesti mengikuti protokol. Setiap ruang ujian disiapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan. Termasuk sebelum masuk ruangan sudah diukur suhu tubuhnya, dan di ruangan pun jarak peserta diatur, maksimal 20 orang," jelasnya.
