KENDARI, TELISIK.ID - Adalah Haslia (48), seorang ibu rumah tangga, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung di kawasan eks Lapangan MTQ Kota Kendari.

Di tengah tuntutan hidup yang kian berat, tak ada pilihan lain bagi dirinya, selain menjadi pemulung sampah, membantu tugas sang suami, mencari nafkah.

Haslia mengaku telah menjalani profesi ini sejak dua tahun yang lalu, setelah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya, pedagang kecil-kecilan.

"Dulu saya sempat jualan kue di pasar lelang sana. Tapi kondisi begini kasihan, bukan untung kita dapat tapi rugi," keluhnya, Jumat (22/10/2021).

Ia mengatakan, bekerja sebagai pemulung bukanlah sesuatu yang mudah. Berkeliling mengumpulkan sampah, memilah dan memilih sumpah layak jual adalah pekerjaan melelahkan dan butuh waktu yang lama.