Para calon gubernur Sultra yang akan bertarung di 2024 sudah saatnya membangun relasi baik, relasi non partai maupun lintas partai serta relasi dengan media. Relasi non partai tidak lain untuk melakukan pendekatan emosional dengan rakyat, yang nantinya dapat memberikan dukungan sukarela yang selama ini banyak ditemukan dengan munculnya politik relawan yang sumber pedanaannya dari relawan.
Namun, relasi yang terbangun adalah relasi inklusif bukan yang ekslusif. Jika relasi ekslusif yang terbangun sebenarnya menunjukkan di mana masyarakanya memiliki kultur demokrasi yang sangat lemah yang dapat mengancam empat hal:
Pertama, stabilitas sistem ekonomi dan politik. Kedua, kultur demokrasi yang lemah rentan terhadap konflik dan mendorong orang untuk menyelesaikan konflik dengan cara kekerasan, ketimbang menggunakan cara-cara persuasif dan beradab.
Ketiga, kultur demokrasi yang lemah memengaruhi derajat dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi-institusi publik. Keempat, kultur demokrasi yang lemah juga menunjukkan bahwa hubungan antara negara dengan masyarakat kurang harmonis.
Relasi inklusif dibutuhkan untuk kerjasama dengan individu atau kelompok lain menjadi penting. Prinsip bersikap inklusif muncul karena adanya kebutuhan bekerjasama untuk mencapai cita-cita. Titik tolaknya adalah memandang sisi positif perbedaan sehingga mendorong usaha-usaha untuk mempelajari perbedaan dan menarik sisi-sisi universal yang mungkin bernilai positif dan menunjang.
