Kegiatan lobi ini bias menambah jaringan koneksi di beberapa sektor, sekaligus keberhasilan lobi dipengaruhi seberapa banyak dan luas jaringan yang dimiliki. Lobi lebih efektif jika dilakukan dalam suasana informal, karena itu lobby diartikan juga sebagai kegiatan yang bersifat informal dan tidak resmi.
Relasi yang tidak bisa dianggap remeh oleh bakal calon adalah relasi dengan media sebagai bentuk komunikasi politik. Cara pandang setiap bakal calon gubernur jangan merumuskan komunikasi politik sebagai penggunaan perlengkapan, alat-alat, ataupun perangkat komunikasi (communication apparatus) saja, untuk melakukan sosialisasi karena itu pandangan lama, yang menyebabkan kadang mereka tidak memiliki tim media karena hanya dipandang sebagai pelengkap.
Dalam era reformasi, cara pandang semacam ini seharusnya bergeser pada bentuk komunikasi politik dua arah (two way trafiic of communication) dalam perspektif Lasswellian yang lebih menekankan terjadinya proses diskusi publik mengenai berbagai hal yang menyangkut kepentingan publik.
Baca Juga: Menerka Peluang Anies Baswedan
Untuk menjamin terjadinya diskusi publik yang sehat, sebuah media harus bebas dari tekanan pihak manapun baik negara, masyarakat, ataupun pasar. Dalam perspektif komunikasi politik demokratis, media massa dalam fungsinya sebagai infrastruktur politik berperan sebagai media komunikasi politik (media of political communication).
