Sebab, memang wacana yang hadir dari para relawan Jokowi, malah akan mencederai Jokowi dalam semangat demokrasi dan reformasi. Seperti dorongan agar Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden untuk tiga periode, hadir dari relawan Jokowi sendiri.
Relawan politik Jokowi pada dasarnya acapkali mengganggu kerja presiden. Meski relawan adalah kekuatan politik Jokowi. Tetapi relawan politik tak sepenuhnya dapat dianggap benar-benar solid dalam mendukung Presiden Jokowi.
Seperti kasus Presiden Jokowi yang limbung, ketika digertak oleh Relawan Pro Jokowi (Projo) yang menyatakan akan menarik diri sebagai pendukung, karena Presiden Jokowi mengajak Prabowo Subianto yang adalah rival Jokowi di Pilpres malah diangkat sebagai pembantu presiden, akhirnya, kursi wakil menteri desa di share untuk mewakili kelompok relawan tersebut, (Telisik.id, 13 Juni 2021).
Ending-nya adalah relawan Projo tetap mendukung Jokowi dan bahkan siap bekerjasama dengan Prabowo Subianto setelah dapat kursi wakil menteri.
Kerja Jokowi sebagai presiden juga acapkali terganggu dengan malah sibuk terperangkap urusan Pilpres 2024 mendatang. Seperti Presiden Jokowi malah berjanji akan mengarahkan relawan Jokowi, nanti pada saatnya kemudinya akan diarahkan dari kapal besar relawan Jokowi.
